spot_img
spot_img

Asal-usul Desa Pamalian, dari Makna Sakral hingga Potensi Wisata Batu Bakajang

MEDIA DESA-  PAMALIAN || pamalian.web.id –  Desa Pamalian berada di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyimpan sejarah nama yang sarat makna budaya dan nilai adat.

Nama “Pamalian” dipercaya berasal dari bahasa Dayak Ngaju atau bahasa daerah Sampit yang bermakna pamali, yakni sesuatu yang dianggap sakral, memiliki larangan adat, atau tidak boleh dilanggar secara sembarangan.

Dalam tradisi masyarakat setempat, istilah “Pamalian” merujuk pada tempat yang dihormati karena diyakini memiliki nilai adat kuat dan kesakralan tertentu.

BACA JUGA  Wabup Kotim Pernah Kunjungi Batu Bakajang Pamalian Dorong Jadi Wisata Andalan

Oleh sebab itu, masyarakat terdahulu meyakini bahwa siapa pun yang berada di wilayah tersebut harus menjaga sikap, perkataan, dan perilaku sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal.

Menurut cerita turun-temurun para tetua kampung, kawasan Desa Pamalian sejak dahulu dipercaya memiliki nilai historis dan spiritual.

Sejumlah lokasi di desa ini diyakini menyimpan jejak sejarah lokal yang terus diwariskan melalui cerita masyarakat dari generasi ke generasi.

BACA JUGA  Desa Mandiri Kuat: Kunci Transformasi Ekonomi Indonesia dari Akar Rumput

Salah satu lokasi yang paling dikenal adalah kawasan Perbukitan Batu Bakajang, sebuah bentang alam yang memiliki karakteristik bebatuan alami dengan sumber mata air jernih yang mengalir di sela-selanya.

Selain dikenal karena panorama alamnya, Batu Bakajang juga kerap dikaitkan dengan cerita sejarah dan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Potensi Batu Bakajang bahkan pernah mendapat perhatian pemerintah daerah. Kawasan ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam, sejarah dan budaya apabila ditunjang penataan kawasan, akses yang memadai, serta dukungan promosi wisata desa.

BACA JUGA  Sejarah Perubahan Nama Kepala Kampung Menjadi Kepala Desa

Secara geografis, Desa Pamalian berada di sebelah utara ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur dan terletak di antara wilayah Kecamatan Kota Besi dan Kecamatan Cempaga. Desa ini merupakan satu dari sembilan desa di wilayah administratif Kecamatan Kota Besi.

Adapun batas wilayah Desa Pamalian meliputi Desa Tehang di sebelah utara, Desa Luwuk Ranggan di sebelah timur, Desa Camba di selatan, dan Desa Rasau Tumbuh di bagian barat.

Dari sisi kependudukan, jumlah penduduk Desa Pamalian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Pamalian Tahun 2020 dan statistik daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, jumlah penduduk tercatat sebanyak 984 jiwa pada 2017, meningkat menjadi 998 jiwa pada 2018, dan mencapai 1.018 jiwa pada 2019.

BACA JUGA  Desa Pamalian Siap Bentuk Koperasi Merah Putih, Prioritaskan SDM Berkualitas

Mayoritas masyarakat Desa Pamalian memeluk agama Islam dengan persentase mencapai 100 persen. Kehidupan sosial masyarakat dikenal menjunjung tinggi nilai gotong royong, adat istiadat, dan kehidupan religius yang menjadi bagian penting dalam keseharian warga.

Di tengah perkembangan pembangunan desa, Pamalian kini tidak hanya dikenal dari sejarah namanya yang sarat makna sakral, tetapi juga mulai dilirik karena potensi wisata alamnya.

Perbukitan Batu Bakajang menjadi salah satu harapan baru yang dinilai mampu mendorong ekonomi masyarakat jika dikembangkan secara serius sebagai destinasi wisata unggulan desa.

Sumber: RKP Desa Pamalian Tahun 2020, data wilayah Kecamatan Kota Besi, serta informasi sejarah masyarakat dan cerita turun-temurun warga Desa Pamalian.
BACA JUGA  Fakta Mengejutkan Sejarah Desa di Indonesia: Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER